Mantan kapten tim nasional Amerika Serikat itu telah melakoni karier sebagai pelatih tim negara kepulauan tersebut selama hampir sepuluh bulan.
Dalam kurun waktu tersebut, ia telah mampu membuat Filipina menjadi negara Asia Tenggara yang memiliki peringkat FIFA paling baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Riedl Keluhkan Lapangan Latihan di Hanoi |
"Saya sudah mengatakan kepada para pemain bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menenangkan turnamen ini," ujar Dooley saat diwawancara ESPN FC pada Februari lalu.
Hal itu sempat memicu ketegangan antara dirinya dan pemain-pemain senior tersebut. Beberapa di antaranya adalah Stephan Shrock dan Dennis Cagera.
Namun, Dooley menolak tudingan tersebut. Ia menegaskan mencoba setiap pemain secara adil, tergantung atas performanya.
"Saya memperlakukan semua sama. Kami memiliki pemain lokal yang mulai berkembang dan memiliki tekanan dari pemain asing. Ini adalah tentang performa," kata Dooley. "Akan sangat bodoh kalau saya memilih pemain dengan cara yang lain."
Fakta menunjukkan, Dooley berhasil membawa The Azkals mencapai final AFC Challenge pada Mei lalu tanpa pemain-pemain senior itu. Kejutan kembali ditunjukkan Dooely jelang Piala AFF.
Warga Amerika keturunan Jerman itu merekrut hampir dari sebagian pemain timnas saat ini merupakan pemain debut dalam turnamen internasional.
"Kami ingin berkompetisi di Piala Dunia," kata Dooley mengenai harapan jangka panjangnya. "Kami tidak memiliki banyak waktu untuk membentuk pemain. Jadi saya ingin membangun teknik dari para pemain dan membangun pengetahuan atas permainan."
Dooley akan membuktikan kemampuannya sebagai pelatih pada Piala AFF mulai akhir pekan ini dan bertekad membawa timnya melampaui capaian musim lalu, yaitu bermain di semi final.
Filipina akan melakoni laga pertama melawan Laos di Stadion My Dinh, Hanoi, Sabtu (22/11) nanti. Setelah itu, ia akan bertarung dengan Indonesia dan Vietnam di tempat yang sama.
Lihat juga:Riedl Yakin Evan Dimas Bersinar di AFF 2014 |