Sebagai kebijakan pertama, direktur turnamen Craig Tiley, Selasa (2/12), mengatakan, akan menambah atap di atas lapangan terbuka di Margaret Arena untuk mengurangi dampak gelombang panas.
Kebijakan tersebut akan diterapkan setelah suhu melebihi 40 derajat Celsius. Ketika kebijakan diterapkan, pertandingan akan tetap dilakukan sampai sesi yang sedang berlangsung selesai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kondisi melebihi tingkat ini, wasit yang akan memperhitungkan perkiraan sebelum menerapkan 'Kebijakan Antisipasi Panas Ektrem'," jelas Tiley seperti dilansir Reuters.
Bahkan botol air minum sampai meleleh dikarenakan panasnya suhu di lapangan terbuka yang melebihi 40 derajat Celcius.
Kritikan muncul setelah penyelenggara turnamen hanya menghentikan pertandingan selama empat jam.
Para petenis lalu menuntut pihak penyelenggaran untuk lebih transparan, tegas, dan peka dalam menerapkan 'Kebijakan Antisipasi Panas Ekstrim'.
Keluhan mengenai gelombang panas yang paling vokal datang dari petenis Kanada, Frank Dancevic.
Lihat juga:Murray Sasar Australia Terbuka untuk Bangkit |
"Saya pikir keadaan itu tidak manusiawi dan tidak adil untuk petugas, petenis dan penonton. Masihkah mereka akan mengadakan turnamen jika seorang petenis mati kepanasan?" keluh Dancevic.
Namun, menurut pakar meteorologi Australia, Bob Leighton, gelombang panas seperti tidak akan terjadi pada 19 Januari-1 Februari 2015, saat turnamen di Melbourne Park dilangsungkan.
"Cuaca nanti akan seperti musim panas, namun lebih hangat, meski tidak ada gerimis atau hujan. Hanya satu hari cuaca akan bersuhu 40 derajat Celcius," kata Leighton.