Ketidakpedulian itu disampaikan Blatter kepada wartawan saat berkunjung ke Sri Lanka.
"Di Qatar mereka (para pekerja) bekerja untuk perusahaan-perusahaan besar dari Jerman, dari Perancis, dari Inggris, dan dari negara-negara Eropa lain dan merekalah yang bertanggung jawab atas para pekerja dan bukan FIFA," ujar Blatter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama bertahun-tahun, para pekerja migran--umumnya dari India, Sri Lanka, Nepal, Pakistan, Bangladesh, dan Filipina-- bekerja di negara teluk itu dengan upah yang murah.
Saat ini diperkirakan ada sekitar 1,6 juta pekerja asing di Qatar. Jumlah mereka lebih banyak dibanding pekerja lokal yakni 20 banding satu.
Kementerian Tenaga Kerja Qatar sebelumnya menyatakan akan melakukan peningkatan kondisi terhadap pekerja dan melakukan reformasi sistem ketenagakerjaan di negara itu.