"Pertama, saya terkejut dengan fasilitas sepak bola di sini. Lapangannya sangat buruk. Mereka justru menghabiskan banyak uang untuk menyewa," ujar Huistra dalam acara diskusi PSSI Pers di Senayan, Jakarta, Senin (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan kompetisi di sini digelar pihak swasta, dan frekuensi pertandingannya sedikit. Harus dibangun dari sekarang. Ini sangat penting. Jika tidak punya pemain usia muda yang bagus, maka timnas senior kita juga tidak bagus," ucap Huistra.
"Mungkin butuh 10 tahun, mungkin sebentar. Namun, saya berharap tidak butuh waktu lama. Kami berharap bisa mendapatkan hasil positif dalam waktu dekat," ucap Huistra.
"Hasil positif itu bukan berarti harus meraih kemenangan, tapi juga mengembangkan pemain yang bagus. Siapa tahu kita bisa mendapatkan Lionel Messi baru dari sini," sambungnya.
Huistra mengatakan, PSSI tidak bisa bekerja sendiri dalam membangkitkan prestasi sepak bola. Mantan pemain Glasgow Rangers itu mengharapkan kerjasama yang apik antara PSSI dengan pemerintah.
"Karena percuma semua rekomendasi yang saya berikan tidak dieksekusi. PSSI dan pemerintah harus bekerja sama. Kita harus membangun kultur sepak bola yang bagus," ujar Huistra.