Diklaim biaya tersebut digunakan untuk hotel tempat anak menginap, cenderamata, bola yang ditandatangani, foto, tiket pertandingan dan hal-hal remeh lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klub kedua ialah Queens Park Rangers dan Swansea City dengan biaya £ 450.
Namun, klub-klub besar seperti Arsenal, Aston Villa, Chelsea, Everton, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Southampton dan Sunderland, malah tidak memungut bayaran.
Tingginya biaya tersebut banyak diprotes oleh para penggemar Liga Inggris, karena dianggap merupakan sebuah diskriminasi bagi keluarga yang tidak mampu.
Kasus ini bukan bukti pertama kalinya terjadi "pemerasan" atas loyalitas penggemar Liga Inggris.
Sebelumnya, para penggemar Liga Inggris sudah harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli tiket pertandingan, cenderamata hingga langganan televisi berbayar.
Seseorang menulis cuitan bernada protes mengenai hal ini di Twitter pada Jumat (19/12).
"Terima kasih Sunderland yang tidak pernah meminta bayaran untuk maskot. Sangat memalukan melihat tim lain yang meminta bayaran!," cuit seseorang dari akun @SunderlandStats.
[Gambas:Twitter]
Kevin Miles, kepala eksekutif dari Federasi Suporter Sepakbola Inggris (FSF), menilai tindakan tersebut sebagai aksi pemerasan.
"Isu biaya maskot ini sangat berlawanan dengan harapan agar anak-anak muda dapat tertarik dengan klub sepak bola," kata Miles.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Liga Inggris belum ada yang memberikan komentar.