Pemain yang pernah memainkan beberapa posisi untuk The Reds ini -- di antaranya adalah bek kanan, gelandang serang, pemain sayap kanan, dan kini menjadi gelandang bertahan -- juga dikenal sebagai pemain yang acap kali mengeluarkan Liverpool dari masalah.
Kehandalan Gerrard dalam mengeksekusi bola mati juga menjadikan dirinya sebagai andalan ketika Liverpool menghadapi situasi buntu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5. Gol Lawan Alaves - Final Piala UEFA
Meski memulai karier sebagai bek kanan, kala itu Gerrard muda sudah mampu mencetak 10 gol dalam satu musim. Salah satunya adalah gol yang ia cetak ke gawang Alaves pada final Piala UEFA.
Menerima umpan terobosan dari Michael Owen, ia sempat menggiring bola dan melesakkan tendangan keras melewati Martin Herrera.
4. Melawan Ejekan Everton dengan Hattrick
Selain Jamie Carragher, Gerrard adalah salah satu pemain yang paling sering diejek oleh pendukung Everton. Tak heran, mengingat Gerrard sendiri merupakan penduduk asli kota Liverpool.
Salah satu ejekan yang paling santer terdengar adalah kala Liverpool akan berhadapan dengan Everton dalam perayaan 10 tahun karier David Moyes bersama The Blues. Gerrard dikatakan bukan ayah dari bayi yang berada dalam kandungan istrinya, Alex Curran.
Gerrard lalu membalas ejekan tersebut dengan sebuah hat-trick, dan kemudian membawa bola pertandingan pulang dengan menyelipkannya ke dalam jersey Liverpool, menyerupai seorang perempuan yang sedang hamil.
Sebuah pernyataan bahwa bayi tersebut adalah miliknya.
3. Gol ke Gawang Olympiakos
Hanya tersisa empat menit sebelum laga berakhir, dan Liverpool membutuhkan satu gol agar bisa bertahan di Liga Champions dan lolos ke fase 16 besar.
Neil Mellor lalu memberikan umpan yang sempurna untuk Gerrard, dan dari luar kotak penalti dan sang gelandang melesakkan tendangan keras yang membuat para suporter berteriak gembira.
Tak hanya karena keindahan gol, momen ini juga akan dikenang karena teriakan Andy Gray yang bertugas sebagai pengamat pertandingan di televisi:
"OH YOU BEAUTY! What a hit son! What. A. Hit"
2. Final Piala FA 2006
Dalam final Piala FA, Liverpool ketinggalan dua gol terlebih dahulu lewat gol bunuh diri Jamie Carragher dan juga gol Dean Ashton. Bermain buruk di babak pertama, Gerrard lalu unjuk kemampuan di babak kedua dan seolah membuat final tersebut miliknya.
Pada momen pertama, sang kapten memberikan umpan untuk Djibril Cisse mengejar ketertinggalan. Beberapa saat kemudian ia juga mencetak gol penyama kedudukan.
Liverpool lalu tertinggal lagi melalui gol Paul Konchesky dan pertandingan memasuki perpanjangan waktu. Saat inilah Gerrard kemudian muncul kembali untuk mencetak gol penyama kedudukan dengan gol voli jarak hauh.
Pertandingan tersebut lalu memasuki babak adu penalti dan dengan Gerrard mencetak gol dari titik putih, Liverpool sukses mengangkat Piala FA ketujuhnya.
1. Keajaiban Istanbul
Tak ada momen yang mendefinisikan karier Gerrard selain final Liga Champions di Stadion Ataturk, Istanbul.
Bermain melawan salah satu tim terbaik Eropa saat itu --AC Milan yang diperkuat Andriy Shevchenko, Paolo Maldini, Kaka, Andrea Pirlo, dan Clarence Seedorf-- adalah Steven Gerrard yang menjadi aktor kebangkitan Liverpool untuk dapat mengangkat piala kompetisi level teratas tingkat Eropa tersebut.
Ia mencetak gol pertama Liverpool melawan sundulannya, membangkitkan emosi penonton, dan lalu mendapatkan penalti penyama kedudukan Liverpool.
Pada babak perpanjangan waktu, Gerrard pun bermain heroik dengan menjadi bek kanan darurat.
Bisa dikatakan bahwa malam itu adalah malam penasbihan Gerrard menjadi legenda dalam sejarah Liverpool. (vws)