"Saat ini, masing-masing anggota baru tek-tok dengan Kemenpora saja," ujar Gatot seusai Imam mengumumkan anggota tim di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Jumat (2/12).
"Tapi mereka sudah bekerja secara informal sejak beberapa waktu lalu."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, prihal ketua Tim Sembilan, Gatot menyatakan bahwa Kemenpora akan membiarkan tim sembilan memilih sendiri ketuanya secara organik. (Baca Juga: Tim Sembilan Dikritik Bukan Pakar Sepak Bola)
Semula, Tim Sembilan diproyeksikan akan memberikan rekomendasi kepada PSSI ketika Kongres berlangsung pada 4 Januari 2015 di Hotel Borobudur. Namun, proyeksi ini berubah karena tim baru efektif bekerja mulai Senin (5/12) nanti.
Mengenai keterlibatan Tim Sembilan di Kongres PSSI, Gatot menuturkan bahwa Tim Sembilan tidak menerima undangan dari lembaga sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut karena memang baru terbentuk secara resmi hari ini.
PSSI sendiri telah mengirim surat undangan resmi Kongres PSSI kepada Menpora dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin juga telah mengontak secara langsung Kemenpora.
Namun, sebagaimana disampaikan Imam Nahrawi dalam sesi jumpa wartawan, dirinya tidak akan menghadiri Kongres karena bertugas di tempat lain dan akan mengutus perwakilan dari Kemenpora.
Hubungan antara PSSI dan Kemenpora inilah yang, menurut Gatot, harus digarisbawahi ketika Tim Sembilan bekerja.
"Hal yang harus diantisipasi adalah timbulnya resistensi dari PSSI. Namun kami dilindungi oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional, bahwa tugas Menpora adalah untuk mengawasi cabang-cabang olahraga." (Baca Juga: Jokowi Beri Restu untuk Tim Sembilan) (vws)