"Saya pikir kami memiliki banyak masalah dan tak memiliki kesabaran di babak pertama," ujar Van Gaal setelah kemenangan atas Yeovil tersebut sebagaimana dikutip dari Manchester Evening News. "Kami sangat ingin mendapatkan gol pertama dan terlalu terburu-buru."
Gol yang ditunggu-tunggu United sendiri baru didapatkan pada babak kedua lewat Ander Herrera dan Angel di Maria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memuji Penampilan Yeovil
"Saya menghormati manajer dan juga para pemain Yeovil. Di babak pertama mereka tidak memberi kami waktu untuk memainkan bola, serta terus menekan kami," ujar manajer berusia 63 tahun tersebut.
"Kami bermain lebih baik di babak kedua, tetapi saya tidak tahu apakah itu karena kami sendiri atau mereka mulai kelelahan."
Meski Yeovil merupakan tim papan bawah di divisi satu, Van Gaal menepis anggapan bahwa peringkat tim lawan merupakan indikasi Setan Merah seharusnya dapat meraih kemenangan besar.
"Tidak penting sejauh mana mereka di bawah kami, jika Anda melihat penampilan fantastis mereka. Mereka selalu membuat kami dalam tekanan. Sangat sulit mengalahkan mereka," ujar Van Gaal melanjutkan.
"Semua orang berpikir bahwa pertandingan akan berlangsung mudah hanya karena para pemain United berharga 100 juta euro sementara pemain Yeovil hanya bernilai lima ribu euro. Tetapi kenyataannya tidak demikian."
Kemenangan atas Yeovil sendiri akan menjadi suntikan moral bagi para pemain United yang akan menjamu Southampton, Minggu (11/1) mendatang.
Apalagi, United mengejar tiga poin untuk menipiskan jarak dengan peringkat kedua, Manchester City, serta menjauh dari kejaran Southampton di peringkat ketiga.
(vws)