Padahal selama tiga tahun mengenakan seragam DC United, Adu dua kali terpilih sebagai tim terbaik MLS (2004 dan 2006), serta menghasilkan 11 gol dan 17 assist.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiba di Eropa sebagai salah satu talenta 'panas', Adu justru tenggelam dalam berbagai ekspektasi yang dilekatkan ke dirinya.
Setelah tak kunjung menampilkan performa seperti yang diharapkan, Adu akhirnya kembali ke MLS bersama Philadelphia Union pada Agustus 2011.
Namun setelah kepergian manajer Philadelphia, Peter Novak pada Juli 2012, Adu berstatus bebas transfer dan tidak memiliki klub untuk bernaung.
Setelah itu Adu sempat merumput di Brazil bersama Bahia, meski kemudian dilepas pihak klub pada November 2013.
Bahkan peruntungan Adu tidak kunjung berubah, setelah ia dua kali melakukan latihan bersama klub Inggris, Blackpool, dan klub Belanda, AZ Alkmaar, yang gagal berujung pada kontrak permanen.
Sempat membela FK Jagodina di Serbia sejak Juli 2014, Adu kembali berstatus tanpa klub setelah ia dilepaskan pihak klub pada 21 Desember lalu.
Saat ini, di usianya yang masih 24 tahun, Adu menjadi sebuah gambaran kegagalan besar talenta muda Amerika. (ard)