Setelah tiga tahun berlalu, tahun ini para pecinta sepak bola di Mesir memang mulai diperbolehkan kembali menonton pertandingan di stadion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden tawuran antara pendukung Ahly dan Masry bisa dibilang menjadi kasus kekerasan dalam olahraga yang terparah.
Setidaknya 74 orang tewas dan 500 lainnya terluka, karena polisi malah mengunci pintu stadion.
Kengerian juga masih berlanjut, karena banyak pendukung Ahly yang mengaku disekap setelah dituduh sebagai pendukung mantan pemimpin Mesir, Husni Mubarak.
Kengerian bagai perang itu mengakibatkan Badan Sepak Bola Mesir menunda semua kegiatan sepak bola selama dua tahun.
Tim nasional sepak bola Mesir pun ikut terpuruk akibat sanksi tersebut. (ard)