Tindakan tersebut bermula ketika nomor telepon selular Oyston disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab di media sosial di bulan Desember 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena kesal, Oyston pun membalas salah satu pesan singkat dari suporter Blackpool, Stephen Smith, dengan nada marah dan kata-kata yang tidak pantas. Ia menyebut Smith sebagai 'orang yang bodoh'.
Ia mengaku hilang kendali karena banyak orang yang mengejeknya melalui pesan singkat.
Tindakan Oyston bukan hanya membuat ia harus berhadapan dengan FA, namun dirinya juga telah diminta untuk mengundurkan diri dari Blackpool oleh sang presiden klub, Valeri Belokon.
Belokon yang memiliki 20 persen saham di Blackpool juga mengatakan kalau ia siap membeli saham yang dijual Oyston jika Oyston meninggalkan Blackpool. (ard)