"Sheikh Salman tetap mempercayai kemampuan para wasit dan berharap mereka akan terus melanjutkan kontribusi positif di turnamen, yang akan sangat membantu reputasi wasit di Asia," tulis pihak AFC dalam rilis yang mereka keluarkan, 14 Januari 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Honda mendeskripsikan gaya wasit yang memimpin pertandingan, Abdulrahman Hussain, layaknya wasit basket. Pasalnya wasit tersebut sangat sering membunyikan peluitnya dan memberikan hukuman atas pelanggaran.
Keluhan lain datang dari pemain-pemain Australia terhadap wasit asal Jepang, Ryuji Sato. Sato dikritik karena hanya memberi kartu kuning terhadap pemain Oman setelah melakukan tekel berbahaya dengan dua kaki terhadap pemain Australia, Tim Cahill, Selasa (13/1).
Pada pertandingan yang sama, Sato pun dikritik atas keputusannya memberi penalti kepada Australia dalam pertandingan tersebut. Padahal, Mark Milligan telah melesakkan bola ke gawang lawan sebelum penalti itu diberi.
"Saya sangat terkejut saat melihat wasit dengan cepat memberikan kartu kuning kepada salah satu pemain saya karena tidak mendengar peluit, padahal dia (wasit) melihat permainan negatif Bahrain," ujar pelatih Iran, Carlos Queiroz, usai laga melawan Bahrain, Minggu (11/1), "Setelah 10 pelanggaran beruntun, dia tidak memberikan mereka satu pun kartu kuning." (kid/kid)