Liga Sepakbola Amerika (NFL) sendiri saat ini tiap tahunnya mengalokasikan tiga pertandingan untuk dimainkan di Stadion Wembley.
"Menurut saya, NFL sedikit lebih maju dari kami dalam hal kecepatan memiliki basis di London karena mereka memiliki keuntungan dalam masalah jadwal," ujar Silver seperti dilansir dari Guardian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini berarti, tim di NFL bisa pergi untuk bertanding di London dan kembali ke Amerika tanpa mengganggu jadwal kompetisi. Ini berbeda dengan jadwal NBA yang lebih padat dan berlangsung setiap hari, dengan jarak pertandingan pada setiap tim bisa hanya berselisih dua hingga tiga hari.
Bahkan, pada 2021, pihak NFL bersiap untuk memiliki sebuah tim yang memiliki markas permanen di Eropa.
"Akan sangat mudah secara logistik bagi mereka untuk mewujudkan hal tersebut. Tapi bagi kami, akan sulit untuk memiliki hanya satu tim di Eropa," ujar Silver melanjutkan.
"Kami harus meletakkan fondasi yang kuat, dan itu artinya kami harus memiliki empat tim di Eropa."
Pada Kamis (15/1) NBA sendiri akan melangsungkan pertandingan musim reguler mereka di Stadion O2, London, yang mempertemukan New York Knicks dan Milwaukee Bucks.
"Kami mengincar penonton baru. Tiap kali kami datang, kami belajar dari pengalaman sebelumnya dan juga kesalahan yang kami buat," ujar pria berusia 52 tahun tersebut.
"Tidak semua orang serta-merta ingin menonton pertandingan, hanya karena pertandingan dilangsungkan di sini (London).
Namun, menurut Silver, ada komponen viral yang membuat NBA begitu berkembang di media sosial yang bisa membuat orang Eropa tertarik untuk menonton basket di London. (vws)