Pertemuan antar kedua pihak dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 WIB, dengan PSSI telah hadir dari pukul 15.40 WIB. Namun, mengalami keterlambatan karena diskusi antara Tim Sembilan dengan narasumber lainnya masih berlangsung.
"Saya atas nama Kemenpora meminta maaf kepada PSSI," kata juru bicara Kemenpora sekaligus perwakilan dari tim tersebut, Gatot S. Dewa Broto, dalam jumpa pers di Media Center.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gatot, ada tiga agenda yang telah disiapkan jika pertemuan antar keduanya berlangsung, yaitu silahturahmi komunikasi secara umum, menyampaikan persepsi Tim Sembilan menghormati Tim Ad Hoc Sinergis bentukan PSSI, dan yang terakhir adalah membahas hal-hal krusial antara kedua tim.
"Kami tidak mungkin mengorbankan aspek substansi," ucap Gatot.
Tidak Mengeluarkan Rekomendasi
Selain mengundang PSSI, Tim Sembilan sendiri mengajak diskusi tiga entitas lainnya, yaitu Divisi Legal Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Slemania (suporter PSS Sleman), dan satu orang mahasiswa UI yang melakukan penelitian tentang pengaturan skor di Indonesia.
Hasil pertemuan Tim Sembilan kali ini tidak mengeluarkan rekomendasi seperti pekan lalu, yaitu adanya pelayanan satu atap dalam jaringan (online) tentang pengurusan perizinan pertandingan.
"Tidak setiap pertemuan menghasilkan rekomendasi. Karena tim ini juga berfungsi untuk menjaring permasalahan sebanyak mungkin tentang sepak bola," kata Gatot.
Anggota Tim Sembilan yang datang pada pertemuan kali ini adalah Oegroseno, Natalia Soebagyo, Eki Sutjipto, Imam Prasodjo, Nur Hasan, dan Gatot S. Dewa Broto.
Sementara itu, tiga anggota Tim Sembilan lainnya berhalangan hadir, dengan Djoko Soesilo yang sedang ke luar negeri, Yunus Husein berhalangan karena terlibat dalam tim pemberantasan ilegal fishing, dan Ricky Yakobi yang juga sedang mengurusi masalah sepak bola di Jambi. (vws)