Pejabat Tiongkok juga juga melontarkan kritik keras terhadap ketatnya program atlet yang ditargetkan medali emas seperti yang dilakukan di Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal-hal tak bermoral dan melawan hukum dilakukan demi meraih medali emas. Semua itu tak hanya merusak olahraga itu sendiri, tapi juga negara terkait," ujar salah satu pejabat Tiongkok seperti yang dituliskan Reuters.
Para pejabat itu lalu mengumpulkan data yang diperoleh Komisi Disiplin Anti Korupsi Tiongkok yang menemukan banyak masalah dan pengaturan skor.
Salah satu yang akan dilakukan Tiongkok adalah menghapus ajang penghargaan bagi provinsi yang atletnya memperoleh medali emas terbanyak. Sebelumnya, Tiongkok selalku menggelar acara ini setiap empat tahun sekali.
Sepak bola merupakan cabang olahraga dengan skandal korupsi dan pengaturan skor terbanyak di Tiongkok.
Sejak 2009, kasus korupsi di sepak bola telah membuat setidaknya sembilan pejabat, empat wasit, 13 pelatih dan pemain, serta 17 staf klub dipenjara.
Presiden Xi Jinping, sebagai pecinta sepak bola, juga mengakui korupsi olahraga di negara sudah sangat memalukan.
Cabang olahraga renang juga terkena skandal doping. Tahun lalu, perenang pria Tiongkok, Sun Yang, dilarang bertanding setelah kedapatan positif menggunakan doping trimetazidine.
Lalu, selama Olimpiade 2012, atlet Wu Minxia memilih menyembunyikan ibunya yang berjuang melawan penyakit kanker karena tak ingin latihannya terganggu. (vri)