Selain melepas ketiga pemain tersebut, Chelsea juga sukses memboyong Juan Cuadrado dari Fiorentina seharga £27 juta. Aksi Chelsea yang tanpa basa-basi dalam mengincar dan mendatangkan pemain Kolumbia ini pun mendapatkan pujian dari Scholes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika membela Fiorentina, Cuadrado sendiri menjadi salah satu pemain andalan Vincenzo Montella. Sebagai pemain sayap, Cuadrado fasih dimainkan baik di sayap kiri maupun kanan, meski rekornya dalam membobol gawang lawan tidak terlalu baik.
"Jika melihat data dan statistik Cuadrado, saya tak yakin bahwa ia adalah pencetak gol atau assist yang handal. Seperti halnya Willian, ia adalah pemain yang tak mencatatkan angka-angka bagus namun bisa membuat Anda terkesan dengan penampilannya."
"Satu hal yang pasti, di klub Chelsea, jika Anda tidak memiliki performa bagus, maka Anda tidak bisa bertahan lama."
Meski Scholes belum pernah melalui proses transfer karena ia membela United sepanjang kariernya, gelandang berusia 40 tahun ini sangat menyenangi adanya hari terakhir transfer.
"Dimitar Berbatov muncul di bandara Manchester dengan bursa yang akan ditutup beberapa jam kemudian, lalu Robinho yang justru datang ke Manchester City ketimbang Chelsea," tulis Scholes tentang contoh-contoh mengapa ia menyukai hari terakhir transfer.
Namun, Scholes sendiri mengakui bahwa bursa transfer Januari ini sedikit berbeda tanpa adanya aksi-aksi yang membuat mata terbelalak.
"Senin lalu, saya sudah mematikan televisi dan pergi tidur pada jam sembilan malam.
"Saya bisa menunggu hingga keesokan harinya untuk mencari tahu apakah Carlton Cole bergabung dengan West Brom atau tidak," sindir Scholes.
(vws)