Pemain berusia 34 tahun tersebut akan segera mengakhiri kariernya di Liverpool dan akan hijrah ke Los Angeles Galaxy setelah musim ini berakhir.
Dalam laga yang berakhir imbang 0-0 tersebut, Gerrard sempat menciptakan kesempatan emas, saat aksi akrobatiknya nyaris menjebol gawang Everton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu akan sangat menyenangkan, tetapi secara keseluruhan saya pikir ini (seri) merupakan hasil yang adil."
Namun Everton bukan tanpa perlawanan, sebuah aksi Chris Coleman nyaris menjebol gawang Liverpool, andaikan Simon Mignolet tidak melakukan penyelamatan gemilang.
"Kedua tim saling serang menyerang, mungkin kami menyia-nyiakan beberapa kesempatan, tetapi tak banyak yang kami keluhkan," ujar Gerrard yang memainkan laga derby ke 33-nya bersama The Reds.
"Saya suka bermain di sini. ini merupakan stadion yang hebat dan memiliki atmosfer bagus. Saya memiliki beberapa kenangan indah dan saya akan merindukan datang ke sini. Saya akan merindukan derby-derby Merseyside."
Akhir dan Awal Sebuah Era
Saat lembaran derby milik Gerrard mungkin berakhir, pada pertandingan derby kali ini menandakan sebuah lembaran baru bagi pemain muda The Reds, Jordon Ibe.
Pemain berusia 19 tahun tersebut mendapatkan kesempatan mencicipi rasanya derby Merseyside karena Rodgers memasangnya di susunan tim utama.
Ibe membalas kepercayaan Rodgers dengan sebuah aksi brilian yang nyaris berujung pada gol. Memanfaatkan kecepatannya, Ibe menusuk di sisi kanan sebelum melepaskan sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang.
"Dia sangat sensasional," ujar Gerrard mengomentari penampilan Ibe.
"Jika ia terus tampil seperti itu, dia akan memiliki karier yang bagus."
Ibe sendiri seharusnya bermain untuk Wycombe dengan status pinjaman. Namun tujuh penampilannya bersama klub divisi dua Inggris (kasta ketiga sepakbola Inggris) sudah cukup untuk membuat Rodgers menariknya kembali. (vws)