Ibra memang dikenal sebagai pemain sepak bola yang senang disorot perhatian banyak pihak. Tato ditubuhnya, diakui pemain berambut gondrong ini merupakan nama-nama orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain asal Swedia ini berharap aksinya tersebut dapat menarik perhatian masyarakat dunia untuk peduli dengan mereka yang masih kekurangan makanan.
"Saya hanya ingin membantu program pangan dunia," ujarnya menambahkan.
Sehari sesudah aksinya yang memang menarik perhatian itu, Ibra mengaku telah menghapus tatonya tersebut. "Meski tato itu sudah hilang, tapi mereka yang kelaparan tetap ada di luar sana."
Meski mengakui ada niat baik di balik aksi sensasionalnya tersebut, pemain 33 tahun itu tetap diganjar kartu kuning. Artinya, Ibra takkan bisa memperkuat PSG saat melawan Toulouse akhir pekan nanti.
Sementara itu, pihak PBB yang menangani program pangan dunia, Marina Catena membenarkan alasan Ibra. Menurut Catena, popularitas Ibra sangat sesuai untuk membantu mensukseskan program tersebut. (vri)