Seperti dilansir Huffington Post, Jordan sering menjulurkan lidah ketika bermain bola basket karena pengaruh sang ayah, James Raymond.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang hari ini merayakan ulang tahun ke-52 itu menganggap menjulurkan lidah sebagai salah satu 'warisan' dari ayahnya. Menariknya, James Raymond, memastikan menjulurkan lidah sudah dilakukan secara turun-temurun di keluarganya.
Kunci Sukses
Menjulurkan lidah bagi Jordan bukan hanya sebuah bentuk ekspresi ketika bermain. Dengan cara itu pula, pria yang menjadi ikon Nike sejak 1984 itu berkonsentrasi dalam pertandingan.
Seorang antropolog bernama Desmond Morris, kepada Chicago Tribune, mengatakan, apa yang dilakukan Jordan sering disebut sebagai 'Lidah Konsentrasi'.
"Gerakan itu secara bertahap mengungkapkannya sendiri, sebagai bentuk 'konsentrasi' murni. Itu adalah gerak tubuh yang menyatakan 'biarkan saya dalam damai'," ujar Morris.
Sejumlah ahli neurologi di Amerika Serikat menamakan kebiasaan menjulurkan lidah sebagai sindrom Michael Jordan.
"Sejumlah ilmuwan juga mengklaim menjulurkan lidah merupakan salah satu cara mengurangi input sensor yang tidak diperlukan ke otak, yang bisa mengurangi kemampuan berkonsentrasi," ujar ahli neurologi asal Amerika Serikat, Paul Mazzeo.
Jadi, terungkap salah satu kunci sukses Jordan dalam kariernya di dunia bola basket, yakni menjulurkan lidah. Bahkan ada ungkapan di AS, "Jika Jordan sudah menjulurkan lidah, maka dia tidak bisa dihentikan." (har)