Shakhtar tak bisa menggunakan Stadion kebanggaan mereka, Donbass Arena dan harus mengungsi ke Lviv Arena. Meski demikian, Shakhtar tetap sukses menampilkan performa terbaik mereka dan lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika tak ada lagi orang yang mati setiap harinya, mungkin kami baru bisa fokus sepenuhnya pada pertandingan," ucap Pyatov seperti dikutip The Guardian.
"Kadang ketika kami ingin pergi bertanding dan kemudian mendengar ada bus terbakar dan banyak korban di dalamnya, jelas hal itu akan terus dipikirkan oleh kami," tutur Pyatov.
"Itu akan berpengaruh pada penampilan kami meskipun kamu berusaha menyembunyikannya. Kamu mungkin akan berusaha bersikap profesional namun tetap saja kami sulit untuk fokus seperti sedia kala," kata kiper berusia 30 tahun ini menambahkan.
Meski mengaku kondisi psikologis timnya tak terlalu bagus, Pyatov juga memuji rekan-rekan setimnya yang tetap solid sebagai sebuah kesatuan.
"Tidak ada yang pergi meninggalkan tim ini dan dari sisi kekuatan, tim ini tetap kuat. Situasi sulit mungkin bisa meneguhkan hati kami," ujar Pyatov meyakini.
Tekad untuk tetap solid dalam situasi terjepit ini juga telah diutarakan LuiZ Adriano. Bomber yang memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak di Shakhtar sepanjang masa ini menolak tawaran sejumlah klub yang datang padanya Januari lalu. Saat itu dikabarkan Arsenal, Liverpool, dan AS Roma tertarik untuk merekrutnya.
"Menarik untuk mendapatkan tantangan baru namun jauh lebih menarik untuk tetap berada di Ukraina, di tim yang saya sukai," ujar Adriano.
Kandang Rasa Tandang
Satu hal lain yang menarik dari pertarungan Shakhtar versus Munich dinihari nanti adalah lantaran pertandingan ini digelar di Lviv Arena. Bagi Shakhtar, pertandingan ini pun sangat terasa aroma tandangnya.
Bukan hanya lantaran mereka harus bermain jauh dari basis pendukung mereka di Donetsk, namun juga lantaran secara ideologi, di Lviv lebih banyak pendukung pro pemerintah Ukraina. Hal ini jelas bertolak belakang dari kota Donetsk yang merupakan markas dari para separatis pro-Rusia.
"Mungkin kamu bisa berkata begitu namun saya tetap yakin bahwa nanti akan tetap banyak orang yang datang mendukung kami. Selain itu, ratusan ribu warga Ukraina pun selalu menyemangati kami di manapun mereka berada," ucap Pyatov. (ptr/ptr)