Gol yang ia cetak di Liga Spanyol sempat memiliki selisih jauh dari para pesaingnya. Kapten timnas Portugal itu pun menjadi kandidat utama untuk memenangkan trofi Pichichi.
Trofi itu bisa menjadi sandingan yang bagus untuk gelar Ballon d'Or 2014 yang telah diberikan kepadanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu membuat kesempatan Messi untuk mengejar pemain asal Portugal tersebut semakin terbuka lebar.
Dari lima pertandingan terakhir di La Liga, Messi telah mencetak 10 gol dan menyumbang lima assists, sedangkan Ronaldo hanya mencetak tiga gol dan dua assists.
Performa Ronaldo pun dicederai kartu merah yang ia terima setelah mengasari pemain Cordoba hasil tak dapat mencetak gol.
Menyamai Prestasi Forlan dan Guiza
Seperti dilansir Marca, persaingan Ronaldo dan Messi menuju El Pichichi ini mirip dengan jejak yang pernah dilampaui Diego Forlan dan Daniel Guiza di La Liga.
Jika Messi terus mempertahankan performanya hingga akhir musim, bukan tidak mungkin pemain Argentina tersebut akan mampu mengikuti jejak Forlan dan Guiza.
Kedua penyerang veteran tersebut berhasil meraih gelar pencetak gol terbanyak di La Liga, setelah sempat 'mandul' di awal-awal musim.
Dari 10 pertandingan awal La Liga, Forlan saat itu hanya mencetak tiga gol, jauh jika dibandingkan dengan Samuel Eto'o yang telah mencetak 13 gol. Namun di paruh kedua musim penyerang Uruguay tersebut mencetak 20 gol, dan akhirnya meraih trofi Pichichi dengan raihan 32 gol pada musim 2008/09.
Semusim sebelumnya hal serupa juga dilakukan mantan penyerang Real Mallorca, Daniel Guiza. Ia hanya mencetak 11 gol dari 25 pertandingan. Jumlah itu jauh tertinggal dibandingkan Luis Fabiano yang telah mencetak 19 gol.
Namun di pertandingan-pertandingan sisa, mesin gol Guiza menjadi panas dan berhasil melampaui raihan Fabiano. Ia akhirnya meraih gelar pencetak gol terbanyak La Liga dengan total 27 gol dari 37 pertandingan La Liga musim 2007/08.
Eksplosifitas itu membuat Guiza akhirnya dipanggil ke Piala Eropa 2008 oleh pelatih Spanyol saat itu Luis Aragones. Guiza mencetak dua gol--termasuk satu gol di semifinal mengalahkan Rusia 3-1. Akhirnya Spanyol menjadi juara Piala Eropa untuk pertama kali sejak 1964. (kid/kid)