"Ini kan hak pemerintah," ujar Yabes saat dihubungi oleh CNN Indonesia pada Rabu (18/2) melalui sambungan telepon. "Kami mengikuti saja jadwal yang diberikan."
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pada sesi jumpa wartawan yang diselenggarakan di kantor Menpora, Jakarta, pada Rabu (18/2) mengumumkan bahwa LSI akan diundur untuk memberikan kesempatan pada klub-klub melengkapi prasayat verifikasi Liga Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunduran jadwal liga sebenarnya membuat Bali United merugi karena mereka telah menyiapkan tiket pesawat ke Malang beserta akomodasi penginapan tim. Pada laga perdana mereka, klub yang baru berdiri pada 3 Desember 2014 tersebut akan bertandang ke markas Arema Malang.
Prihal syarat-syarat verifikasi, Yabes berkata bahwa mereka tidak memiliki masalah terutama dalam hal masalah pajak karena perusahaannya sendiri baru didirikan.
"Namun kami sedang mempersiapkan NPWP setiap pemain. Sebagian besar sudah punya, namun pemain yang berasal dari liga amatir sedang kami persiapkan," ujar Yabes.
Persib Prihatin dengan Klub Lain
Hal berbeda disampaikan oleh Manajer Umum Persib Bandung, Umuh Muhtar, yang memberikan simpatinya pada klub-klub yang telah mempersiapkan diri untuk bertandang.
"Bagi saya penundaan ini tentu merugikan semua klub ISL karena persiapan mereka akan terganggu," ujar Umuh saat dihubungi CNN Indonesia melalui sambungan telepon.
"Makin rugi lagi adalah tim-tim yang mendapat tandang di pekan pertama karena hal itu berarti mereka telah mengeluarkan biaya untuk akomodasi."
"Persib sendiri tidak terlalu rugi karena kami bertindak sebagai tuan rumah."
Umuh sendiri berkata bahwa hari ini Persib tetap berlatih seperti biasa karena belum mengetahui akan ada pengunduran jadwal. "Dari kemarin kami berlatih seperti biasa dan menganggap pertandingan hari Jumat tetap bisa terlaksana." (vws)