"Sebuah perilaku yang mengerikan dan menjijikkan. Tindakan seperti itu jelas tidak mendapat tempat di dunia sepak bola, pun begitu juga di lingkungan sosial," tulis Chelsea dalam rilis mereka seperti yang dikutip dari The Guardian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mendukung langkah apapun yang akan diberikan pada tindakan kriminal yang mereka lakukan."
Aksi rasisme yang dilakukan pendukung Chelsea tersebut terjadi di Stasiun Richelieu-Druot. Saat itu salah satu gerbong kereta sudah penuh dengan suporter Chelsea dan kemudian muncul seseorang berkulit hitam ingin naik ke gerbong tempat para pendukung Chelsea tersebut berada.
Saat ingin melangkah masuk, pria berkulit hitam itu kemudian didorong keluar oleh gerombolan pendukung Chelsea. Kembali pria berkulit hitam itu mencoba masuk namun yang didapatnya adalah perlakuan yang sama, penolakan dan dorongan keluar.
Aksi selanjutnya yang menegaskan bahwa perilaku mereka ini tergolong rasis adalah nyanyian yang mereka teriakan setelah itu.
“We’re racist, we’re racist and that’s the way we like it.”
(Kami rasis, Kami rasis dan kami menyukainya).
Sebuah aksi yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai persamaan dan persaudaraan yang selalu ingin dimunculkan oleh permainan sepak bola di dunia ini.
Aksi ini sendiri direkam oleh kamera milik Paul Nolan, warga negara Inggris yang tinggal di Prancis dan dirinya mengirimkan rekaman tersebut kepada The Guardian.
"Pria berkulit hitam itu jelas terkejut dengan aksi penolakan yang ia terima. Bukan hanya pria itu, beberapa warga Prancis yang melihat juga berkata bahwa kejadian itu tidak bisa dipercaya dan termasuk tindakan gila," ucap Nolan.
[Gambas:Youtube] (ptr/ptr)