Sebelumnya, pada rapat terakhir pada November lalu, Sekertaris Jendral FIFA, Jerome Valcke, sempat mengeluarkan pernyataan bahwa pilihan yang memungkinkan adalah pada Januari/Februari 2022 atau November/Desember 2022. Namun pilihan di bulan Januari/Februari 2022 ini dibantah oleh Sheikh Salman karena opsi tersebut akan berbenturan dengan Olimpiade Musim Dingin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pemangku kepentingan khawatir jika bermain pada musim panas, sehingga kami harus mengubahnya ke musim dingin. Pada Januari atau November. Mereka harus mengambil keputusan - antara A atau B."
"Satu-satunya opsi yang memungkinkan adalah pada November/Desember."
Pada Selasa (24/2), kelompok kerja FIFA akan bertemu di Doha untuk kali ketiga dan terakhir dan mereka diharapkan akan memberikan rekomendasi kepada komite eksekutif FIFA.
Berdasarkan rekomendasi tersebut, keputusan akhir pada saga berkelanjutan tersebut akan diambil di Zurich pada 20 Maret.
Asosiasi Klub Eropa pada Senin (23/2) lalu berkata bahwa mereka masih berharap agar Piala Dunia bisa diselenggarakan pada Mei agar kompetisi domestik tidak terpengaruh.
Sementara Sheikh Salman berkata bahwa proposal mereka adalah proposal "jadi" bahkan sebelum terjadi pertemuan.
"Semoga kami bisa mengubur isu ini sekali dan selamanya." (vws)