Tidak dipanggilnya Tevez ke skuat Alejandro Sabella memang merupakan salah satu kejutan besar mengingat Tevez tampil gemilang bersama Juventus musim lalu. Namun Tevez sendiri membantah bahwa keputusan pelatih itu dipengaruhi oleh Messi.
"Messi tidak akan pernah memengaruhi pelatih dan berkata mana yang seharusnya dipanggil atau tidak untuk mendampinginya," ucap Tevez.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tevez pun kemudian menyalahkan media atas munculnya rumor tentang retaknya hubungan antara dirinya dengan Messi.
Terkait tim nasional Argentina, Tevez mengakui bahwa dirinya tetap larut dalam kesedihan lantaran Argentina kalah di babak final meskipun ia tak masuk dalam skuat Sabella.
"Saya sedih ketika Argentina tersingkir. Saya tidak merasa sakit hati ketika saya harus menjadi penonton saat Piala Dunia berlangsung karena sejak awal saya bukanlah bagian dari tim itu," ucap Tevez yang kini kembali mendapat panggilan tim nasional usai Gerardo Martino masuk menggantikan Sabella.
Tevez Betah di Juventus
Tevez yang kini berusia 31 tahun mengakui bahwa banyak perubahan yang terjadi dalam dirinya. Jika sebelumnya ia dikenal sebagai salah satu pemain kontroversial yang sering membuat masalah, Tevez kini terlihat lebih kalem.
"Saya lebih matang, lebih profesional, dan lebih sering mencetak gol saat ini. Saya benar-benar menjelma menjadi pemain yang berbeda di lapangan," tutur Tevez menilai dirinya sendiri.
Tevez pun mengakui bahwa ia merasa nyaman berada di Juventus, tim yang ia bela sejak tahun 2013 lalu.
"Tak diragukan lagi, Juventus adalah rumah kedua saya. Semua komponen dalam tim ini benar-benar berusaha membuat saya nyaman di sini (ptr/ptr)