Kemenangan tersebut diraih pada pertandingan keempat Pacquiao dalam karier basketnya.
Petinju berusia 37 tahun itu adalah penggemar berat olahraga bola basket dan merupakan pemain sekaligus pelatih untuk Kia Carnval. Dengan tinggi badan kurang lebih 168 cm, ia tampak mungil diantara pemain basket lainnya dalam pertandingan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam laga melawan Talk 'N Text, petinju kelas welter yang bermain sebagai point guard tersebut gagal ketika melakukan dua tembakan tiga poin ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit.
Mungkin catatan dan aksi Pacquiao ini terbilang unik bagi para penggemarnya, namun bagi para pelaku basket di Filipina, kehadiran Pacquiao di liga basket kasta tertinggi di negara itu merupakan sebuah tindakan yang tak menyenangkan.
"Jika Pacquiao hanya ingin menjadi olok-olok di lapangan, maka yang ia lakukan selama ini adalah tindakan tepat," tutur Chino Trinidad, mantan Komisioner Liga Basket Amatir.
Lepas dari kritikan pedas itu, Pacquiao tetap akan terlibat dalam pertandingan berikutnya melawan Blackwater Elite pada hari Sabtu (28/2), sebelum terbang ke Los Angeles untuk melakukan persiapan pertarungan senilai 300 juta dolar melawan Mayweather.
Tercapainya kesepakatan pertarungan pada tanggal 2 Mei di Las Vegas itu bukan hanya menyenangkan para penggemar tinju namun juga membuat pundi-pundi uang kedua petarung bertambah secara drasti. Keduanya akan mengantongi bayaran termahal sepanjang karier mereka. (vws)