Setelah unggul lebih dulu lewat sepakan Gabriel Agbonlahor pada menit ke-22, gawang Aston Villa kemudian dijebol penyerang timnas Inggris U-21, Saido Berahino, pada menit ke-67.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Manajer Aston Villa, Tim Sherwood kemenangan di kandang itu sangat berarti. Bahkan, lanjutnya seperti dikutip Reuters, lebih baik dibandingkan memenangkan hadiah lotre sebesar 54 juta poundsterling.
Sherwood ditunjuk manajemen Aston Villa untuk menjadi manajer setelah Paul Lambert dipecat pada 11 Februari lalu. Kehadirannya di kursi juru taktik Villa itu ditandai kemenangan atas Leicester City di ajang Piala FA, Minggu (15/2).
Sayang di dua pertandingan liga setelahnya Aston Villa selalu kalah. Akhirnya kemenangan dini hari tadi di depan para pendukungnya membuat Aston Villa naik satu peringkat, keluar dari zona degradasi.
Villa saat ini berada di peringkat ke-17 dengan torehan 25 poin. Lini serangan Villa adalah yang terburuk di antara 20 tim Liga Primer lainnya. Dari 28 laga yang telah dilalui ASton Villa, Benteke dkk mencetak 15 gol. Sementara itu gawang mereka kebobolan hingga 38 kali.
Hal itu membuat tim tersebut terancam terdegradasi untuk pertama kalinya sepanjang sejarah era Liga Primer.
"Saya kira begitu (ini saatnya kembali). Kami telah kebobolan di akhir (laga) melawan Stoke (21 Februari 2015 di Villa Park) dan itu sungguh-sungguh ledakan nyata, Namun skor di akhir laga adalah sebuah perasaan yang sempurna dan saya pikir (kemenangan) ini pantas didapat," kata Sherwood dalam jumpa pers usai laga.
Mantan bintang Tottenham Hotspur itu yakin pengaruhnya dapat membantu Aston Villa kembali ke trek untuk tetap berkompetisi di Liga Primer pada musim depan.
"Kami berkembang setiap laga dan kami masih bisa bertahan serta menendang (bola). Ini sebuah klub sepak bola yang besar dan ini adalah tempat yang salah dalam tabel (klasemen liga)," ujarnya menandaskan. (kid/kid)