"Bagi orang yang suka lari, sepatu itu senjatanya. Jadi harus menyesuaikan dengan karakter karena kaki setiap orang itu berbeda, gennya kan berbeda," ujar Melanie saat dihubungi CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, ia menggunakan sepatu dari pabrikan yang mengontrak dirinya dua tahun terakhir. Untuk kerjasama itu pun, kata Melanie, dirinya memiliki satu syarat, yakni harus nyaman dipakainya. "Bagi aku, bagus itu diawali dari kenyamanan sendiri. Itu yang utama," katanya menegaskan.
"Kalau untuk sepatu, aku pasti selalu memilih sepatu yang ukurannya lebih besar. Jadi masih ada ruang," kata Melanie menambahkan. "Dan aku enggak pilih yang ujungnya terlalu sempit."
Menurut Melanie, kaki manusia pada umumnya akan melebar dan membesar ketika sudah melalui jarak jauh. "Untuk bagian tumit, aku pilih yang tipis karena kaki ku ini datar, jadi enggak cocok dengan tumit yang terlalu tinggi seperti sepatu racing," ujar istri vokalis Maliq & D'Essentials, Angga Puradiredja, tersebut.
Terkait sepatu, Melanie memiliki satu pengalaman paling memalukan sepanjang kebiasaannya mengikuti lomba maraton. "Dulu aku pernah ambrol sepatu ketika sudah mau mulai. Solnya lepas," katanya bercerita.
Melanie melanjutkan, saat itu, ia masih memakai sepatu biasa yang juga dipakainya untuk ke gym. Untung, lanjutnya, ia masih bisa menyelesaikan lomba. "Tapi menderita, aku juga malu."
perempuan berdarah minang ini mengaku sangat menyukai saat sebelum lomba maraton dimulai. "Momen di mana aku mengikat sepatu sesaat sebelum start, itu sangat ikonik," katanya (vri)