Agregat gol kedua tim saat ini masih tanpa gol. Pasalnya pada leg pertama yang berlangsung di Ukraina pada 18 Februari lalu.
"Ini adalah pertandingan final bagi kami. Hanya ada satu hal dan itu adalah memenangkannya," ujar Pelatih Munich Pep Guardiola dalam jumpa pers prapertandingan seperti dikutip Reuters. "Bayern harus maju karena kami ingin menjadi bagian dari elite Eropa."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi dengan melihat rekor domestik Munich yang fantastis. Pada empat pertandingan terakhir--yang semuanya dimenangkan Munich, tim tersebut telah mencetak 21 gol.
Namun, barisan pertahanan Munich tak boleh lengah karena Shakhtar akan mengandalkan serangan balik yang efektif untuk memburu gol ke gawang yang dijaga Neuer.
Berlaga di Allianz Arena, Guardiola dapat menggunakan jasa bek asal Maroko, Medhi Benatia. Sementara gelandang bertahan Xabi Alonso tak dapat dimainkan akibat kartu merah pada leg pertama.
Kapten tim, Philipp Lahm, yang telah berlatih setelah absen akibat cedera pergelangan kaki yang ia alami pada November tahun lalu juga mungkin tak diturunkan.
"Bertanding dengan banyak lawan kami selalu yang favorit dan itulah justifikasinya," ujar Lahm, "Jadi ini tergantung kami sendiri untuk memastikan kami dapat dihitung sebagai bagian dari tim top atau bukan."
Di kubu lain, Pelatih Shakhtar, Mircea Lucescu, menyadari timnya tak akan mudah menghadapi Munich di Allianz Arena. Untuk itu, lanjut pelatih asal Rumania itu, dirinya akan menegaskan kepada skuat Shakhtar untuk lebih disiplin terhadap taktik.
Lucescu juga tak ingin mengecilkan peluang timnya mencuri gol dan lolos ke perempat final.
"Sepak bola tidak mengikuti aturan logika. Dalam sepak bola, semuanya dapat terjadi," ujarnya.
Pada laga leg pertama, Lucescu menempatkan Luiz Adriano sendirian di depan disokong gelandang serang Alex Teixera dan kuartet gelandang Taison, Fernando Douglas Costa, serta Fred. Rumus serupa tampaknya masih akan menjadi andalan Lucescu. (kid/kid)