Namun, meski sempat bermain buruk, Casillas pula yang menyelamatkan langkah Madrid di Liga Champions, terutama di sembilan menit terakhir pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat rekan setimnya kebingungan menahan serangan Schalke, Casillas mampu melakukan dua penyelamatan penting. Penyelamatan pertama dilakukan Casillas ketika menepis tendangan jarak jauh Sane pada menit ke-87.
Di sisa waktu tiga menit tambahan, Schalke terus menekan pertahanan Madrid. Momen menakutkan terakhir bagi publik Santiago Bernabeu terjadi menit ke-93, ketika sepak pojok Fuchs membuat lini pertahanan Los Blancos kelimpungan.
Beruntung Casillas mampu meninju bola hasil sepak pojok Fuchs, meski sempat ditabrak dua pemain Schalke. Hingga laga usai, kedudukan 3-4 untuk Schalke tetap bertahan dan Madrid pun lolos dengan keunggulan agregat 5-4.
Usai pertandingan, Casillas mengakui bermain di bawah performa terbaiknya. Namun, tidak bisa dipungkiri, Los Blancos bisa lolos juga karena kehebatan dan pengalaman Casillas.
"Saya pikir kiper selalu disalahkan. Saya akui itu bukan penampilan terbaik saya, tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan diri sendiri," ucap Casillas.
Seperti dikutip dari Opta, total Casillas melakukan enam penyelamatan penting ketika melawan Schalke.
(har/har)
"Saya pikir kiper selalu disalahkan. Saya akui itu bukan penampilan terbaik saya, tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan diri sendiri," ucap Casillas.
Seperti dikutip dari Opta, total Casillas melakukan enam penyelamatan penting ketika melawan Schalke.