Setelah mampu unggul lebih dulu di akhir babak pertama, gawang Persib kebobolan di pertengahan babak kedua. Skor 1-1 pun bertahan hingga akhir pertandingan.
Berdasarkan statistik yang direkapitulasi Soccerway, Persib mendominasi penguasaan bola hingga 66 persen. Dominasi itu lebih terlihat pada babak pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan Persib lebih banyak melakukan serangan berbahaya ke lini pertahanan Ayeyawady yaitu hingga 49 kali, meski tidak semuanya berbuah menjadi tembakan. Di kubu lawan, Ayeyawady, membangun serangan berbahaya hingga 34 kali.
Inkonsistensi Babak Kedua
Inkonsistensi di babak kedua. Itulah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan duet pelatih--yang memegang kendali di kompetisi Asia--Emral Abus bersama asistennya--yang merupakan pelatih di kancah domestik--Djadjang Nurjaman.
Pada laga petang tadi Persib memang mendominasi di babak pertama. Namun di babak kedua tim Maung Bandung terlihat lelah dan hilang konsentrasi.
Hal itu terbukti dari kerapnya tim lawan membuka peluang melewati celah pertahanan dari lini tengah.
Tentang inkonsistensi permainan pada babak kedua itu pun terlihat saat Persib menekuk New Radiant 4-1 di Stadion si Jalak Harupat, 25 Februari 2015.
Babak kedua menjadi momok bagi pertahann persib. Kala itu satu-satunya gol New Radiant dicetak pada babak kedua. Kapten New Radiant, Adey, berhasil mencetak gol pada menit ke-58.
Pertandingan berikutnya Persib akan menjamu Lao Toyota FC di Stadion Si Jalak Harupat pada 18 Maret 2015.
Hasil imbang di kandang Ayeyawady membuat Persib tetap di puncak klasemen sementara Grup H Piala AFC. Juara Liga Super Indonesia (ISL) 2014 itu ada di peringkat pertama dengan poin empat. Di tempat kedua adalah New Radiant dengan poin tiga.
Pada kesempatan sama, New Radiant mengalahkan Lao 2-1 di Stadion Nasional, Maladewa. (kid/kid)