Adalah Josimar Pacheco, pemain berusia 23 tahun asal Sport Ancash Fe yang mengalami nasib sial tersebut. Setelah pertandingan Piala Peru di kota Huaraz antara timnya dengan Deportivo AMVA, Pacheco diserang suporter tim lawan saat meninggalkan stadion.
Pacheco pun mempertimbangkan untuk pensiun dari dunia sepak bola pasca kejadian tragis yang menimpanya ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu banyak pukulan yang menghampiri saya, mereka meninju dan menendang saya dari berbagai sudut."
Namun sudah jatuh tertimpa tangga pula, saat berusaha mencari tim medis untuk memberikan pertolongan pertama, rekan-rekan Pacheco mendapati tim medis telah meninggalkan stadion sehingga mereka harus mengantarnya sendiri ke rumah sakit.
Kejadian ini sendiri menimbulkan kemarahan publik di Peru dan pihak kepolisian menginvestigasi kasus dengan melabelinya sebagai percobaan pembunuhan.
Namun kesialan Pacheco ini ternyata bukan yang pertama. Pacheco seolah sudah akrab sebagai korban kekerasan.Saat masih membela Chavelines pada musim lalu, ia juga sempat menerima bogem mentah dari suporter tim lawan saat itu, Deportivo ADA.
Saat kejadian itu, para suporter tim lawan memasuki lapangan dan menghajar Pacheco di tengah lapangan.
Sepakbola tampaknya bukan karier yang bersahabat bagi Pacheco. (ptr/ptr)