Forlan bukanlah siapa-siapa di United. Ia hanya seorang pemain muda yang sulit mendapatkan tempat utama dalam dua musim yang ia lalui di United. Torehan golnya pun hanya ada di angka 10.
Namun 2 dari 10 gol yang dicetaknya itu ia lakukan pada laga melawan Liverpool pada Desember 2002. United pun menang 2-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nyanyian itu berbunyi : Diego, wooah, Diego, wooah. He came from Uruguay, he made the Scousers cry. (Diego. Dia berasal dari Uruguay dan dia membuat Penduduk asli Liverpool menangis)," katanya menambahkan.
"Jujur saya sangat tersanjung dan merinding setiap lagu itu terdengar oleh saya. Saya bukan Giggs, Scholes, dan juga bukan satu-satunya pemain yang mencetak gol di Anfield. Karena itu sebuah kehormatan bagi saya bisa dikenang oleh mereka," ucap mantan pemain Inter Milan ini.
Bisa jadi salah satu sebab dua gol Forlan diingat adalah karena salah satu gol milik Forlan lahir lewat proses blunder yang konyol.
Sebuah back pass lewat sundulan Jamie Carragher gagal ditangkap oleh Jerzy Dudek. Bola malah lepas dan lolos dari sela dua kakinya. Forlan mendapat bola itu dan dengan mudah menceploskannya ke gawang yang kosong.
Forlan Cinta United
Bagi Forlan sendiri, United tak pernah membuatnya kecewa walaupun ia harus terbuang dari tim itu dan berjuang untuk meraih mimpinya menjadi bintang besar di tempat lain.
"Ketika saya sudah pensiun nanti, saya berencana akan duduk di belakang gawang di Anfield bersama suporter United lainnya," tutur Forlan tanpa ragu. (ptr/ptr)