“Bahkan Lin Dan pun yang sudah meraih medali olimpiade emas, lima kejuaraan dunia, lima All England, merasa masih ingin lagi.
“Dia merasa, ada yang pemegang rekor ni, gua juga mau."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tentu pantas berbangga. Namanya hingga kini masih tercatat dalam Guiness Book of World Records sebagai pemegang rekor juara All England terbanyak, yaitu delapan kali dengan tujuh di antaranya dilakukan secara beruntun.
Bahkan, sebelum banyak orang tua memberi penggalan nama Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi kepada anak-anaknya sebagai bentuk inspirasi, Rudy Hartono adalah nama yang dengan bangga dilekatkan kepada banyak bayi di Indonesia.
Sejak masa kanak-kanaknya, bulutangkis sendiri sudah memiliki bagian dalam napas kehidupan seorang Rudy Hartono.
Kini, di usianya yang tak lagi muda, bulu tangkis tak juga bisa ia lupakan begitu saja. Ia seperti sudah menjadikan olahraga merakyat ini sebagai bagian dari darah yang mengaliri tubuhnya. Ada cerita duka, bangga, bahagia, dan cinta terangkai dalam jejak langkahnya di dunia bulu tangkis.
Prestasi yang sudah berhasil ditorehkannya memang kini tak hanya menjadi miliknya sendiri. Banyak yang ingin belajar menjadi "Rudy Hartono". Rudy pun menyadari hal tersebut.
Beberapa kali ia tampil di acara bernuansa pemberian motivasi, meski tak lantas menjadi seorang motivator profesional. "Saya hanya berbagi sesuai dengan pengalaman yang saya jalani," katanya saat menolak disebut seorang motivator.
Baginya, memberi motivasi tak harus dilakukan seorang motivator. Mereka yang sudah sukses, menurut Rudy, jauh lebih layak berbagi motivasi untuk meraih kesuksesan itu sendiri. "Kalau baru bisa bicara saja, tapi tidak menjalani dan membuktikan sendiri, ya sama saja bohong kan."
Inilah Rudy, sosok mantan atlet yang kini terlihat santai menjalani kehidupannya. Ia sudah mencatatkan prestasi luar biasa, kini saat mencatatkan sisi lain kebahagiaan seorang legenda di hari tua. Selamat siang Rudy Hartono! (vws)