Persebaya tidak menggubris rekomendasi BOPI. Gede mengatakan, BOPI tidak berhak melarang tim Bajul Ijo mengikuti kompetisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia U-23 itu juga mengaku bingung dengan keputusan verifikasi yang dikeluarkan BOPI hari ini, Rabu (1/4).
Anggap BOPI Plin-plan
"Semuanya sudah clear pada pertemuan 27 Maret lalu, dan BOPI hanya mempermasalahkan dua hal. Masalah kegiatan CSR kami sudah berikan datanya ke BOPI, sedangkan SIUP baru sedang kami urus," ucap Gede.
Persebaya selama ini menggunakan SIUP atas nama PT Mitra Muda Inti Berlian, yang bergerak di bidang properti, batu bara, dan kontraktor, bukan untuk jenis kegiatan olahraga.
"Jika mengurus SIUP bisa selesai dalam satu hari, maka saya siap membayar Rp1 miliar sekalipun. Tapi kan tidak bisa. Ada prosesnya," tegas Gede.
Gede juga menampik pernyataan BOPI kalau Persebaya dengan mengalami masalah legalitas. Gede mengatakan, masalah legalitas domain pengadilan, bukan BOPI. Bahkan Gede mengatakan, Persebaya siap mengajukan tuntutan perdata dan pidana terhadap BOPI atas keputusannya.
"Nanti jika soal legalitas tidak jadi masalah, BOPI mungkin akan menggunakan alasan lain untuk mencegah kami mengikuti kompetisi," ujar Gede.
Terakhir, Gede memastikan pihaknya akan tetap menggelar laga perdana menghadapi Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Tomo, 5 April mendatang.
"Izin pertandingan sedang kami urus. Mudah-mudahan besok pagi sudah bisa keluar," ucapnya. (har/har)