"Akan kami kembalikan kepada pengambil kebijakan tertinggi yang menjalankan fungsi pengawasan," kata Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho, saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis siang (2/4).
Sebelumnya, pimpinan BOPI, Noor Aman, memutuskan bahwa Persebaya dan Arema Cronus tidak lolos verifikasi untuk mengikuti LSI 2015 karena masalah legalitas. Salah satunya adalah karena Persebaya memiliki Surat Izin Usaha Perusahan (SIUP) bukan untuk kegiatan olahraga dan juga bermasalah dalam masalah kepemilikan klub. Masalah dualisme kepemilikan juga menjadi alasan BOPI mencoret Arema Cronus dari kompetisi musim ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal seperti itu bisa dianggap pembangkangan. Hati-hati, Menpora bisa bertindak lebih jauh," katanya.
"Yang saya dengar juga Pak Gatot (Dewa Broto, Juru Bicara Kemenpora) akan mengirimkan surat ke Presiden dan Wakil Presiden," ucapnya.
Di samping mencoret Persebaya dan Arema, BOPI menyatakan lima klub lainnya, yaitu Mitra Kukar, Persela Lamongan, Gresik United, Perseru Serui, Pelita Bandung Raya, lolos secara bersyarat yaitu diberikan waktu selama setengah putaran kompetisi untuk melengkapi persyaratan.
"Tambahan lima bulan bukan karena kompromi, tapi lebih karena mereka telah berusaha untuk menyelesaikan tanggung jawab mereka. Tapi kalau sampai putaran pertama mereka tidak bisa menyelesaikan, maka izin bisa dicabut."
"ISL sendiri telah berlangsung tujuh tahun. Sebelumnya, kami memang melakukan verifikasi namun sering melakukan kompromi. Saat ini kami lebih ketat karena tidak ingin penurunan prestasi terus berlangsung," ujar Gatot.
(vws)