Dengan sisa delapan pertandingan Bundesliga, Munich susah untuk dikejar klub Bundesliga lain dalam perburuan gelar juara. Wolfsburg yang berada di peringkat kedua Bundesliga saat ini terpaut 10 poin dengan Munich.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mematok diri kami. Laga ini (melawan Dortmund) selalu terasa seperti final," katanya seperti dikutip dari situs Munich, "Setiap orang menanti pertandingan ini. Selalu ada atmosfer yang fantastis di stadion. Dan ini telah menjadi pertandingan terbesar di sepakbola Jerman dalam beberapa tahun terakhir."
Pada Der Klassiker paruh kedua musim ini atau Der Klassiker ke-92 yang akan berlangsung di kandang Dortmund, Munich datang dengan krisis pemain akibat badai cedera. Robben, David Alaba, dan Franck Ribery mengalami cedera. Khusus Ribery sendiri kondisinya memang masih diragukan dapat bertanding di Signal Iduna Park cedera pergelangan kaki.
Sementara itu di kubu Dortmund sedang kehilangan gelandang sentral, Nuri Sahin. Pelatih Dortmund, Jurgen Klopp merendah dengan menyatakan timnya tak pernah mempertimbangkan untuk sejajar dengan Munich. Walaupun begitu, kata Klopp, pihaknya dapat memiliki peluang untuk memberi hasil positif bagi para pendukung Dortmund pada laga yang berlangsung Sabtu (4/4) nanti.
"Karena ini adalah sepak bola, kami tidak pernah melihat diri kami tak memiliki peluang ketika bermain melawan tim lain. Dan itu pun sama dengan saat ini juga," kata Klopp seperti dikutip ESPN.
Atas dasar itu Klopp menegaskan ia dan timnya tak akan berbicara banyak tetapi menunjukkannya lewat penampilan bagus di lapangan.
Secara terpisah, penyerang Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang menegaskan timnya harus memenangkan laga melawan Munich agar mendapat momentum dan bisa kembali mendapat tiket kompetisi zona Eropa di akhir musim.
"Kami harus melakukan segala sesuatu dengan benar dan juga bermain seperti saat kami mengalahkan Schalke 04," kata Aubameyang. (kid/kid)