Mereka menilai, sudah sepatutnya tim yang ingin mengikuti ISL memenuhi persyaratan BOPI tersebut. Poin BOPI yang disepakati FIFPro Asia antara lain klub harus memiliki badan hukum yang jelas, membayar pajak sesuai aturan, dan membayar semua gaji pemain tanpa tunggakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat yang juga diterima redaksi CNN Indonesia itu, sebelum menyepakati hal tersebut, FIFPro Asia mengaku sudah menerima dan mempelajari laporan dari Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia (APPI) selaku anggotanya.
Dari 18 tim yang menjalani verifikasi BOPI, dua di antaranya gagal lolos karena faktor legalitas. Kedua klub tersebut adalah Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.
Arema dan Persebaya masuk Kategori C dalam verifikasi BOPI setelah terkendala dengan masalah legalitas, yaitu dualisme kepemilikan, dan dalam kasus Persebaya ditambah dengan kasus SIUP yang tidak sesuai peruntukan.
Lima klub, Mitra Kukar, Persela Lamongan, Pelita Bandung Raya, Gresik United, dan Perseru Serui dipastikan bisa tampil di ISL 2015 dan masuk Kategori B. Namun, kelimanya lolos dengan catatan.
Catatan redaktur: Tulisan ini diperbaharui pada pukul 17.28 WIB. (vri)