Tidak ada pemain atau ofisial tim Fenerbahce yang terluka dalam serangan tersebut. Hanya sopir bus yang harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka ringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sampai di batas terakhir sepak bola karena darah sudah menetes. Fenerbahce berpendapat, liga harus ditunda, hingga kasus ini diselesaikan dan suporter kami puas," demikian pernyataan resmi Fenerbahce seperti dilansir Reuters.
Gubernur Trabzon, Abdulcelil Oz, sempat mengira bus tim Fenerbahce diserang menggunakan batu. "Namun, penyelidik dari kepolisian memastikan ini serangan bersenjata api," ucap Oz seperti dilansir Daily Sabah.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki, Sebahattin Ozturk, mengatakan, pihaknya sedang berusaha keras untuk mencari pelaku penembakan. Namun, Ozturk mengaku pihaknya tidak bisa menghentikan kompetisi.
"Tentang menunda kompetisi, itu akan diputuskan oleh federasi sepak bola (TFF). Tapi saya pikir tidak perlu menunda atau membatalkan pertandingan karena alasan keamanan," ucap Ozturk.
Fenerbahce saat ini masih menduduki peringkat dua klasemen sementara Super Lig dengan 56 poin, tertinggal dua poin dari Galatasaray. (har/har)