"Lapor secara komunikasi lisan. Kasus suap, pengaturan skor, sudah masuk ke pengawasan federasi. Kami hanya bisa memastikan, jika pelanggaran terjadi, maka diserahkan ke PSSI," ucap Tigor kepada CNN Indonesia, Rabu (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah yang dilakukan manajemen PBFC membuat mantan pemain Barito Putra itu berhasil ditangkap tangan sedang berusaha menyuap pemain Pesut Etam.
"Di beberapa negara yang terungkap kasus suapnya, justru orang dekat dengan pemain yang biasa melakukan suap. Orang luar, yang tidak dikenal pemain, justru jarang," tutur Tigor.
Sulit Dibuktikan
Tigor memastikan ini adalah kali pertama tangkap tangan kasus suap pengaturan sepak bola nasional terjadi di Indonesia. Sebelumnya, kasus seperti ini sulit dibongkar.
"Sebelumnya hanya ada indikasi-indikasi saja. Sudah ada pembicaraan, namun ketika diajak bertemu, tidak mau. Akhirnya tidak ada bukti," tegas Tigor.
Ini adalah kali pertama seorang pesepakbola aktif tertangkap tangan sedang melakukan suap. Bagi Tigor, apa yang dilakukan Johan tidak ada hubungannya dengan kondisi kompetisi sepak bola Indonesia, dengan banyaknya klub yang menunggak gaji pemain.
"Saya pikir tidak ada hubungannya. Jika kita lihat profil si pemain (Johan), dia tidak punya masalah dengan finansial," ucap Tigor. (har/har)