Tiger Woods Optimistis Bisa Menang di Turnamen Masters

Martinus Adinata, CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2015 23:47 WIB
Tiger Woods Optimistis Bisa Menang di Turnamen Masters REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Tiger Woods mungkin sudah terlempar dari peringkat 100 besar Golf dunia, namun pegolf asal Amerika Serikat itu datang ke Turnamen Masters di Augusta, Georgia pada 9-12 April besok tetap dengan kepala tegak.

"Saya ingin menang. Saya merasa dalam kondisi yang sangat siap," tegas Woods seperti yang dilansir Independent. "Saya bekerja keras, orang-orang mungkin tidak akan pernah mengerti betapa kerasnya usaha saya."

"Kapanpun saya memiliki waktu luang, jika anak-anak tertidur, saya akan latihan. Saat mereka di sekolah, saya juga akan latihan, sehingga kini saya berada di titik dimana saya merasa yakin akan mampu melakukannya (memenangi Turnamen Masters)."


Keikutsertaan Woods di turnamen yang dilangsungkan di Augusta National Golf Club pada tahun ini sendiri merupakan yang ke-20 kalinya bagi dirinya.

Dan pegolf yang berada di penghujung usia kepala tiga tersebut juga mengakui Augusta memiliki tempat spesial di hatinya.

"Turnamen ini sangat spesial bagi saya untuk berbagai alasan," lanjut Woods. " Tidak ada turnamen lain seperti ini."

"Ada begitu banyak sejarah di sini. Saya juga merasa sangat terkesan melihat fakta mereka terus mengubah tempat ini, tetapi setiap tahun selalu terlihat sama, membuat tempat ini layaknya belum pernah dijamah."

Woods sendiri telah empat kali menjuarai turnamen Masters (1997, 2001, 2002, 2005), namun terakhir kali mantan pegolf nomor satu dunia itu merasakan manisnya kemenangan di turnamen besar golf terjadi pada 2008 silam di Amerika Serikat Terbuka.

Masalah makin pelik bagi Woods setahun terakhir, karena pasca operasi punggung yang dijalaninya pada April 2014 lalu, Woods juga tampak kesulitan untuk kembali ke performa terbaiknya.

Dalam Phoenix Open Januari lalu, Woods membukukan angka 82 yang merupakan hasil terburuknya sebagai pemain profesional, dan dia pun keluar dari daftar 50 pegolf dunia untuk pertama kali dalam waktu lebih dari tiga tahun.

Sejak itu pemenang 14 turnamen utama golf terus turun posisi sehingga dia pun gagal masuk kualifikasi kejuaraan WGC-Cadillac, yang sebelumnya dimenangkannya sebanyak tujuh kali. (ptr/ptr)