Pada umumnya, pebalap senior mengilhami para juniornya. Namun menurut Doohan, justru kehadiran Marquez yang melesat di usia muda yang membangkitkan Rossi dari 'tidur panjangnya.'
"Rossi tampil buruk dalam tiga musim dimana ia hanya memperoleh satu kemenangan saja. Namun sejak musim lalu, penampilannya jauh membaik dan itu berlanjut pada awal musim ini," kata Doohan seperti dikutip dari AAP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Doohan menyebutkan bahwa hasrat Rossi terpacu karena ia pasti ingin melihat sejauh mana dirinya yang sudah berusia 36 tahun bisa mengimbangi Marquez yang masih berusia 21 tahun.
Bukan hanya sekedar bersaing, Doohan sendiri optimistis bahwa Rossi punya cukup kemampuan untuk mewujudkan titel kedelapan di MotoGP, menyamai rekor Agostini.
"Rossi punya kemampuan untuk mewujudkan hal tersebut. Melihat bagaimana ia turun di sirkuit di dua seri musim ini, jelas saya yakin tidak akan ada yang meragukan peluang Rossi untuk menjadi juara," ujar Doohan.
"Jika Rossi mampu menyamai rekor Agostini, maka hal itu akan sangat menarik bagi perkembangan MotoGP (ptr/ptr)