"Ya, akan berangkat (Jumat) sore ini. Beliau diminta oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menemani hadir di Kongres PSSI," kata Gatot melalui sambungan telepon. Kehadiran Jusuf Kalla pada Kongres yang akan memilih Ketua Umum PSSI itu juga telah dikonfirmasi Komite Pemilihan Dwi Irianto kepada detiksport.
Ini bukan pertama kalinya Jusuf berkomunikasi dengan Imam tentang masalah sepak bola. Sebelum liga bergulir, Jusuf juga pernah menghubungi Imam secara langsung untuk meminta Kemenpora tidak terlalu ikut campur urusan internal liga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan antara Kemenpora dan PSSI sendiri sedang memanas setelah PSSI memutuskan untuk mengabaikan rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia untuk tidak menyertakan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya dalam kompetisi Liga Super Indonesia yang kini namanya telah berganti menjadi QNB League.
Dengan panasnya hubungan kedua pihak, Gatot berkata bahwa Menpora telah mengetahui risiko yang akan diambil untuk datang ke Kongres.
"Yang ditunjukkan oleh Menpora dengan datang ke Kongres adalah sikap ksatria. Tapi saya yakin bahwa PSSI sebagai tuan rumah akan bersikap menghargai," ujar Gatot lagi.
Kemenpora, menurut Gatot lagi, tidak akan menghalangi berjalannya Kongres, apa pun jawaban yang akan diberikan PSSI terhadap surat SP 3.
"Kongres silahkan berjalan, kami tidak akan ikut campur. Kami tidak pernah mengatakan calon ketuanya harus A, B, C, atau D, atau tata cara kongres atau tempat penyelenggaraannya di mana."
"Sesuai permintaan FIFA, kami menghargai hak PSSI untuk mengatur secara independen."
Lihat juga:GP Ansor Jatim: Kami Bersama-Sama Bonek |