Di hari yang sama dengan berlangsungnya pemilihan ketua umum yang baru, Sabtu (18/4), di hari itu pula PSSI dibekukan oleh pihak Kemenpora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tradisi baru. Tradisi maju untuk sepak bola Indonesia. Negara memang harus hadir dalam sepak bola di Indonesia," sambung Andie.
"Itu adalah KLB yang mengangkangi kepentingan negara, kepentingan pemerintah. Jadi kami tidak menganggap ada ketua umum yang baru, pasca Menpora melakukan tindakan administratif terhadap pembekuan PSSI," kata Andie.
Andie berharap keputusan Kemenpora untuk membekukan PSSI bisa dilanjutkan dengan membentuk otoritas tertinggi sepak bola yang bisa mempersatukan bangsa.
"Indonesia negara besar. Indonesia bukan negara tempe. Itu bisa menjadi introspeksi kepada siapapun, bahwa memang sepak bola merupakan alat pemersatu bangsa. Apalagi Persebaya juga membidangi dan menginisiasi terbentuknya PSSI di tanggal 19 April 1930," ucap Andie.
Andie, mewakili Bonek 1927, pun berharap negara dalam hal ini Kemenpora dan Presiden, mengakui Persebaya bukan hanya klub sepak bola tapi juga sebagai alat perjuangan. (har/har)