Saat ini Chong Wei masih menunggu hasil keputusan BWF pasca dirinya memberikan keterangan pada 10 April lalu terkait kegagalan tes doping yang menimpa dirinya pada tahun lalu.
Meski demikian, BAM sepertinya tak kehilangan optimisme terhadap masa depan Chong Wei. Hal ini dibuktikan saat Direktur Teknik BAM Morten Frost Hansen menyebutkan bahwa Hendrawan bakal jadi pelatih Chong Wei berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itulah, kita harus melihat apakah dengan perubahan ini bisa menambah presentase peluang Chong Wei untuk memenangkan Kejuaraan Dunia atau Olimpiade," kata pria asal Denmark ini menambahkan.
Ia berada di posisi nomor satu dunia selama bertahun-tahun dan selalu memenangkan banyak gelar super series setiap tahunnya.
Satu-satunya 'kelemahan' Chong Wei adalah kehebatannya selalu hilang saat tampil di ajang besar. Sampai saat ini, ia tidak pernah merasakan manisnya menjadi juara dunia maupun juara Olimpiade meskipun beberapa kali tampil di final.
Sementara itu, Hendrawan sendiri semasa jadi pemain merupakan sosok pekerja keras. Ia meraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 dan juara dunia 2001.
Setelah itu, Hendrawan meneruskan karirnya sebagai pelatih dan sempat menjadi pelatih tunggal putri dan putra Pelatnas Cipayung sebelum akhirnya hijrah ke Malaysia.
Harapan Chong Wei agar bisa menjadi juara dunia dan juara Olimpiade dan kolaborasinya dengan Hendrawan sendiri tentunya tergantung pada hasil keputusan BWF.
Jika ternyata Chong Wei harus menjalani sanksi dalam kurun waktu hingga tahun depan, maka bisa jadi Chong Wei harus melupakan ambisinya tersebut. (ptr/ptr)