Namun, tak demikian dengan Mayweather. Menurut pria yang memiliki rekor tak terkalahkan tersebut ia menilai pertarungan melawan Pacquiao hanya sebuah pertarungan yang biasa saja.
Namun, terlepas dari itu, penggemar tinju dunia sudah menunggu pertarungan yang dicetuskan sejak lima tahun lalu tersebut. Pertarungan bergengsi disebut-sebut sebagai 'Pertarungan Abad ini', sementara yang lain mengatakan benturan Mayweather-Pacquiao adalah pertarungan terbesar yang pernah ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Pacquiao) petinju yang hebat. Saya hanya perlu menjadi seorang Floyd Mayweather."
"Saya ingat ketika Mike Tyson baru keluar dari penjara dan bertarung di MGM Grand," kata Mayweather.
Siapa sangka pengalamannya itu membantu Mayweather dalam kariernya sebagai petinju profesional.
Mayweather belum pernah kalah dan imbang dari 47 pertarungan yang ia lalui. Dari 47 pertarungan tersebut Mayweather berhasil mencetak rekor K.O sebanyak 26 kali.
"Sejak saat itu (menyaksikan Tyson) saya selalu percaya saya dapat memecahkan rekor dan saya hanya perlu tim yang tepat bersama saya. Dan inilah saya!" ujar Mayweather.
Sementara itu calon lawannya, Pacquiao, pernah kalah hingga lima kali--tiga di antaranya K.O. Petinju dengan tinggi 169 cm itu memiliki rekor menang 57 kali--38 K.O--dan imbang dua kali. (kid/kid)