Pacquiao berencana untuk berbicara dengan Mary Jane dan juga pemerintah Indonesia. Ia juga menyatakan dirinya akan berbicara dengan Presiden Filipina, Benigno Aquino III, agar menjadikan kunjungannya ke Indonesia tersebut sebagai kunjungan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mewakili seluruh rakyat Filipina, saya memohon dan mengetuk pintu hatimu yang baik agar Yang Mulia mau memberikan grasi kepada Veloso dan menyelamatkan nyawanya dari eksekusi mati," ucap Pacqiao seperti dilansir GMA Network.
"Saya mendedikasikan pertarungan ini kepada negara saya dan juga kepada rakyat Asia, tempat Indonesia dan Filipina berada."
Sebelumnya, seperti dikabarkan ABS CBN News, Celia Veloso, ibu dari Mary Jane, sempat meminta kepada Pacquiao agar petinju berusia 37 tahun tersebut meminta pengampunan untuk hidup Mary Jane, dengan berkata bahwa putrinya adalah korban perdagangan manusia.
Hukuman mati yang dijadwalkan dilaksanakan Selasa (28/4) malam tadi, akhirnya dibatalkan setelah Presiden RI langsung turun tangan untuk menunda eksekusi tersebut.
"Pada saat terakhir, ada permohonan pemerintah Filipina yang diajukan secara resmi. Kami bicarakan bersama, Kapolri dilibatkan. Setelah itu Presiden menyampaikan kepada eksekutor untuk sementara ditunda (eksekusi Mary Jane), bukan dibatalkan," ujar Jaksa Agung Prasetyo dalam konferensi pers di Dermaga Wijayapura, Cilacap. (vws)