Ultras Malaya: Boikot Liverpool dan Spurs!

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2015 15:08 WIB
Ultras Malaya: Boikot Liverpool dan Spurs! Penggemar tim nasional Malaysia merasa pertandingan Malaysia XI melawan Tottenham Hotspur dan Liverpool tidak memberikan keuntungan. (REUTERS/Joshua Paul)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Laga antara tim Malaysia dengan dua klub besar asal Inggris, Liverpool dan Tottenham Hotspur, tak lebih dari dari pertandingan sirkus, demikian dikatakan kelompok suporter lokal yang meminta para penggemar sepak bola memboikot pertandingan tersebut.

Tim Malaysia XI akan bermain melawan Spurs pada 24 Mei dan Liverpool pada 24 Juli pada laga tur musim panas. Dua pertandingan tersebut mengakibatkan liga domestik Malaysia harus dijadwal ulang.

Laga melawan Spurs diadakan dua pekan sebelum Malaysia coba merebut emas di ajang SEA Games pada Juni nanti, yang lalu dilanjutkan dengan laga kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019.


Alfadli Awaludin, seorang anggota senior kelompok suporter Ultras Malaya, berkata bahwa kedua kesebelasan asal Inggris tersebut lebih baik saling bertarung di Kuala Lumpur ketimbang mengganggu sepak bola lokal.

"Bukan kami membenci kedatangan Liverpool, Spurs, Arsenal, atau bahkan Manchester United dan Barcelona, atau siapa pun yang datang. Kami tak membenci mereka. Hanya saja konsep ini tidak benar," katanya kepada Reuters.

"Ini soal waktu. Kami seharusnya lebih fokus pada laga-laga penting seperti kualifikasi Piala Dunia. Mengapa kami perlu fokus pada sesuatu yang tidak akan mendatangkan keuntungan?"

"Bayangkan saja jika kami bermain melawan Spurs dan tiga pemain kami cedera, apa yang akan terjadi di kualifikasi Piala Dunia?"

Awaludin, seorang penggemar klub Selangor, berkata bahwa ia dan banyak suporter klubnya telah membayar tiket penerbangan untuk melihat timnya melawan Sarawak. Namun laga itu kemudian ditunda untuk mengakomodir kedatangan Liverpool.

"Apa yang harus kami lakukan dengan tiket kami? Apakah kami harus membeli tiket baru atau membayar lebih untuk mengganti tanggal tiket?" katanya sembari menambahkan bahwa jadwal pertandingan baru adalah pada tengah pekan, sehingga para suporter sulit untuk datang.

Laga Tanpa Keuntungan

"Mengapa Anda menganggap laga sirkus tersebut lebih tinggi ketimbang laga lokal?"

"Bagi saya itu konyol. Tidak seharusnya kami mengikuti jadwal mereka. Apakah karena mereka dari EPL sehingga kami harus menunduk pada mereka? Isu kebanggaan diri adalah salah satu masalah lainnya. Ini liga kami, kami tidak perlu menunduk kepada siapa pun."

Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia pernah dikunjungi beberapa klub Liga Primer Inggris, dengan Arsenal, Liverpool, dan Chelsea memenangkan laga melawan Malaysia XI pada 2011 sebelum negara mereka disingkirkan dari kualifikasi Piala Dunia oleh Singapura.

Dengan Malaysia kini berada pada peringkat ke-164, paling rendah sepanjang sejarah, Alfadli menginginkan yang terbaik bagi timnasnya.

Ia percaya bahwa laga antara tim nasional Malaysia melawan tim dari Eropa tidak ada guna.

Tagar #SayNoToCircusGame meramaikan lini masa Twitter pada Rabu (29/4) ketika Ultras Malaya melemparkan isu boikot dan Alfadli meminta pada penggemar sepak bola untuk tidak datang ke laga Spurs dan Liverpool.

"Saya pikir tak semua orang akan melakukannya. Namun kami hanya ingin mengirimkan pesan bahwa hal ini tidak boleh terjadi pada 10 atau 20 tahun lagi," katanya. (vws)