Liga terketat pun tak berada di daratan Eropa ataupun Amerika latin yang menguasai dunia sepak bola modern. Liga terketat itu ternyata ada di kawasan salah satu negara di benua Afrika yaitu Aljazair.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 16 tim yang berada di Liga Primer Aljazair, semuanya memiliki kesempatan untuk meraih gelar juara, dengan hanya 11 poin yang membedakan antara peringkat pertama dan terakhir.
Liga itu baru berlangsung ketat pada musim ini. Sebelumnya, pada musim lalu USM Alger berhasil keluar sebagai juara dengan selisih 14 poin dengan peringkat kedua.
"Semua orang bertanya-tanya mengapa musim ini berjalan begitu ketat, tetapi tidak ada jawabannya. Kami telah mencoba mencari penjelasannya tetapi tidak kunjung menemukan jawabannya," ujar seorang wartawan lokal, Farid Ait Saada seperti dikutip dari CNN.
"Sangat tidak biasa hanya ada selisih 11 poin antara peringkat teratas dan terbawah. Tidak akan ada yang mempercayai ini mungkin terjadi," kata Ait Saada.
Minim Kualitas
Namun, sebaiknya anda jangan tertipu dengan klasemen sementara di atas kertas. Nyatanya permainan di atas lapangan di negara nenek moyang Zinedine Zidane itu masih minim kualitas.
"Semua orang di Aljazair mengatakan ini merupakan liga paling lemah dalam sejarah sepakbola Aljazair," kata Ait Saada. "Pimpinan klasemen sekarang hanya memiliki 41 poin dan itu tidaklah cukup. 41 poin dari 26 pertandingan sangatlah lemah. Itu menunjukkan begitu rendahnya kualitas liga pada musim ini."
Menurut Ait Saada, krisis di sepakbola Aljazair disebabkan kurangnya pemain tim nasional mereka yang bermain di liga lokal.
Selain itu mentalitas dan masalah finansial juga ditengarai menjadi masalah besar di Aljazair.
"Uang jelas merupakan masalah yang menahan perkembangan liga ini, tetapi masalah terbesar adalah mentalitas," tukas Ait Saada. (kid/kid)