Tentang Selam yang Kian Digandrungi di Indonesia

M. Arby Rahmat, CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2015 14:14 WIB
Tentang Selam yang Kian Digandrungi di Indonesia Deep & Extreme Indonesia 2015 resmi digelar di Cendrawasih Hall, Jakarta Conventiom Centre (JCC) (30/4) (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat P.H.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meningkatnya jumlah toko selam, pusat selam, operator selam, dan peralatan selam baik dari standar dan performa, adalah bukti kesuksesan promosi dari wisata bahari dan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga selam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), Freddy Numberi, ketika menghadiri acara eksebisi "Deep & Extreme Indonesia 2015", Kamis siang (30/4). Acara ini sendiri diadakan pertama kali pada 2007 dan terus berkembang hingga saat ini.

"Olahraga selam semakin diminati, karena banyak hal-hal baru yang didapat ketika menyelam," kata Freddy kepada CNN Indonesia di Cendrawasih Hall, Jakarta Conventiom Centre (JCC).


Freddy pun mengatakan, meningkatnya antusiasme terhadap olahraga selam juga disebabkan konsistensi promosi wisata bahari yang memperkenalkan berbagai tempat selam kelas dunia dengan kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia.

"Kesuksesan tersebut jangan membuat terlalu bangga dan teledor. Sebagai rekan pemerintah, POSSI siap untuk mendukung peningkatan kemampuan teknik menyelam yang baik dan aman.

Meski demikian, Freddy mengingatkan bahwa olahraga selam tidak terlepas dari perlindungan bawah laut. "Kami harus meningkatkan aktivitas selam dengan diimbangi keselamatan selam. Kami perlu juga mewaspadai perlindungan bawah laut yang bestari," katanya.

"Meskipun Anda kuat dan berani, Anda harus selalu siaga dan bersikap baik," ucapnya.

Sejalan dengan pengembangan industri wisata bahari bawah laut, kata Freddy, kebutuhan terhadap pemandu wisata, pemandu selam, dan instruktur selam yang memenuhi standar tertentu pun meningkat. POSSI juga mengambil keuntungan dari promosi scuba diving dengan dikeluarkannya 8.900 sertifikasi selam internasional tahun 2014.

"Lisensi kami dikeluarkan seturut dengan permintaan instruktur POSSI dari 33 provinsi di Indonesia, berkisar dari level pemula (penyelam bintang satu) sampai level dive master (penyelam bintang tiga), penyelam bintang empat, dan instruktur," ucap Freddy.

Tingkatkan Jumlah Wisatawan

Sementara itu Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata, Dadang Rizki, juga memberikan pujian kepada acara eksebisi tersebut karena mempromosikan wisata bawah laut dan olahraga ekstrem.

"Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan tahun 2019 sebesar 20 juta orang. Tapi kami tidak bisa mencapai itu secara sendiri," ujarnya terpisah dalam kata sambutan.

Senada, Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad, mendukung pernyataan Dadang. "Dua per tiga wilayah Indonesia terdiri dari laut. Masih banyak pulau-pulau kecil kita tidak berpenduduk.

"Dan ini potensi. Pulau-pulau ini selalu berasosiasi dengan terumbu karang."

"Oleh karena itu mari kita bahu-membahu mengembangkan potensi-potensi ini supaya dapat berkontribusi mencapai 20 juta pada tahun 2019," tuturnya. (vws)


ARTIKEL TERKAIT